Lelah itu ilusi, malas itu realiti…
Monday, January 30th, 2006Baru malam ini saya menyadari bahwa lelah itu sebenarnya hanyalah ilusi yang dihasilkan oleh otak-otak kita yang malas. Ya… ketika kita malas, yang terjadi adalah kita mencoba untuk merasa lelah. Kemalasan itu adalah realita kehidupan yang sampai saat ini membudaya karena memang dibudidayakan.
Saya adalah salah satu diantara banyak orang yang membuat alasan lelah untuk tidak melakukan sesuatu yang sebenarnya berguna untuk diri saya bahkan untuk lingkungan yang lebih besar. Apakah anda perlu bukti bahwa saya ada pada jajaran orang2 itu ? Jika ya, maka anda mendapat jawaban yang "semoga" memuaskan (di bawah ini).
Suatu hari di suatu pagi yang cerah, terang benderang…. saat itu hari senin. Ada kuliah pagi tentunya jam 830. Saya sudah bangun pukul 630 dan saya sudah mandi tapi saya tidak pergi kuliah. Dengan alasan… LELAH. Kenapa saya capek, saya akan memiliki banyak alasan yang kadang-kadang masuk akal tetapi lebih sering tidak masuk akal. Contoh: "wah semalem gw begadang nih, lagipula kan lecture yang ini nggak terlalu penting, gampang kok" atau " hmm kayaknya gw nggak enak badan deh, KAYAKNYA!!!, nggak usah masuk aja ah".
Padahal ya, pada situasi yang sama, setelah begadang juga, waktu itu hari minggu yang cerah, terang benderang, langit biru dengan awan-awan yang apik beriringan di angkasa sana, jam 7 saya sudah mandi, dengan berbekal satu set peralatan fotografi lengkap yang berat berangkat ke tempat yang jaraknya lebih dari 10 kali jarak kamar-kelas. Hanya untuk MEMOTRET. Mengapa saya nggak memiliki alasan lelah? Ya karena saya nggak lelah aja.
Nah lo, dari contoh di atas udah keliatan kan kalo saya termasuk dalam ilusiwan. Orang-orang pemalas yang berkerudung lelah dengan sejuta alasannya. Untuk itu saya menghimbau kepada siapapun baik itu golongan saya maupun golongan orang-orang yang tidak segolongan dengan saya (blunder make the day better), untuk melakukan refleksi diri.
Dengan refleksi diri saya jamin anda mendapatkan yang anda mau tanpa mencari-cari alasan untuk berlelah-lelah.
NB: gw sebenernya nggak ngerti kenapa kok ngetiknya jadi panjang gini padahal gw kan iseng yah itung-itung ngabisin waktu gitu tapi ya lumayanlah buat dibaca walaupun nggak guna.
Permisi.