September 28th, 2006 by adityoputro
Happiness (kebahagian), menurut wikipedia…
Happiness is an emotional
or affective state that feels good or pleasing. Overlapping states or
experiences associated with happiness include wellbeing, joy, sexual pleasure, delight, health, safety, contentment and love, while contrasting ones include suffering, sadness, grief, anxiety, and pain.
Happiness is often correlated to the presence of favorable events (such
as a promotion, a marriage, lottery winnings, etc.) and the absence of
troubles or bad luck (such as accidents, getting fired, divorce,
conflicts, etc.).
Societies, religions, and individuals have various views on the nature of happiness and how to pursue it.
(http://en.wikipedia.org/wiki/Happiness)
Happiness, menurut saya…
Happiness is a condition when I can say to myself "Hey Adi, you are to be happy now !!". It means that i am happy because i tell myself to be happy, although i am not. Confused? That’s the meaning of life. To be confused by a confusing persona that is confused by another persona.
Enjoy your happiness while you can tell yourself to be happy. Not to be told by other people… In which meaning to say that your happiness is a practice of slavery.
Anyway, i need a sleepy picture. Badly !
Love without wax,
Adi
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 19th, 2006 by adityoputro
Saya dan aku adalah dua sisi dari kehidupan seorang manusia. Saya sering tidak tahu menahu kapan aku akan muncul menggantikan peran pentingnya dalam "seekor" individu. Yang ada hanyalah pengambil alihan sementara yang biasanya bersifat mendadak dan tidak terencana. Setahu saya, aku datang ketika ada "seekor" individu lain yang sudah lama mengenalnya dan juga selalu memanggilnya dengan sebutan "kamu". Aku biasanya senang dipanggil dengan kata-kata tadi. Sounds familier katanya. Saya sendiri pun cukup sering bertemu dengan "berekor-ekor" individu lain yang selalu memangil saya "anda". Sepertinya mereka tahu kalau saya adalah individu terhormat.
Sayang biasanya ketika individu-individu tadi sudah cukup mengenal saya, aku selalu datang mengambil alih keintiman hubungan kami…
Saya sedih sekali… Tapi inilah saya… Individu yang tak pernah bisa dekat dengan "kamu"…
Posted in Uncategorized | 3 Comments »
July 7th, 2006 by adityoputro
Saat ini saya baru ngobrol sama temen saya di YM. Tentang "that’s the way they enjoy their life". Siapakah they itu ? Ya siapa aja. Tapi disini sebenernya lebih spesifik kepada orang-orang yang workaholic a.k.a. gila kerja. Semakin banyak manusia di dunia yang nggak terlalu bulet ini tergila-gila dengan pekerjaan mereka… Tipikal orang-orang ini, menurut saya adalah orang-orang yang apabila berkeluarga tidak akan mampu berkompromi dengan keadaan keluarga. Demanding more support from their family for their work tanpa memedulikan suasana hati sekelilingnya… Apakah pandangan saya itu benar?
Karena… apabila benar, that’s the reason why I go away…
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
July 3rd, 2006 by adityoputro
Hari ini, laiknya hari-hari yang lain, hanyalah hari yang biasa bagi saya… Malam hari yang sendu… Ditemani lagu2 Chris Botti yang tidak sengaja ada di laptop saya (gara2 si tjhin suka iseng ndotlot lagu di leptop orang, thx eniwei tjhin). Merenung di pagi buta memang hobby saya yang takkan lekang oleh waktu. Mau ngomongin apa ya malam ini (selain obrolan tidak jelas yang sudah saya tulis beberapa puluh menit yang lalu tentang hati).
Mari kita omongin hari-hari yang biasa. Apa yang harus dilakukan ketika hari sedang biasa? Untuk saya… memasak di pagi hari, tidur siang dan memasak di sore hari adalah aktivitas yang "biasa" saya lakukan akhir-akhir ini. Maklum pengangguran… Oh ya, di hari biasa saya juga menonton gosip-gosip mengenai apa saja. Dari mulai kisah taufik dan fanny, ultahnya agnes monica, sampai dirampoknya rumah ikka (ikka siapa ya, lupa gw) penyanyi dangdut. Dan tak lupa saya juga menonton buser dan serbu. What a life… Itulah hari-hari biasa saya yang tampaknya membosankan… padahal… emang membosankan hehehe.
Saya jadi bisa merasakan tidak enaknya tidak punya pekerjaan… Pada saat saya SMP setidaknya setiap hari saya mendapat pelajaran yang baru (walaupun juga membosankan), pada saat saya SMU setidaknya saya mendapat banyak pekerjaan, dari mulai hukuman oleh abang-abang yang baik hati sampai dengan lomba-lomba yang menyenangkan (hanya karena setiap abis lomba selalu ditraktir makan enak). Ketika saya kuliah di ITB setidaknya setiap hari saya menemukan sesuatu yang baru di bandung, dari makanan enak, neng geulis berambut panjang yang membuat saya heran karena setiap seratus meter saya selalu melihat pemandangan yang tipikal (seorang wanita berambut hitam panjang dan lurus memakai celana jeans dan kaos yang "cukup" ketat) dan herannya lagi dengan muka yang hampir sama dengan wanita yang saya lihat seratus meter sebelumnya wekekeke. Waktu kuliah di NTU, setiap hari saya mendapatkan ilmu baru… Ilmu sosial, ilmu politik, ilmu seni, dan tentunya teknologi.
Nha sekarang? Apa yang saya dapatkan… Makanan hehehe..
Setidaknya saya masih bisa mendapatkan nikmat yang lebih daripada para pengangguran yang lain… nikmatnya makanan ^_^.
Eniwei… lama saya tidak bersua teman-teman lama dalam melewati hari-hari biasa saya di masa lalu… Kangen euy =). Hai teman-teman biasaku, semoga kalian menikmati hari-hari biasa kalian dengan syukur…
Quote of the day:
"pertemuan diciptakan untuk mendampingi perpisahan… terimalah mereka apa adanya…"
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
July 3rd, 2006 by adityoputro
What a pity…
Mengapa saya harus mencemburui orang yang tidak patut dicemburui…
Hidup… Inilah hidup… Penuh dengan misteri…
Selamat atas kegembiraan yang telah menutupi kesengsaraan hati. Kali ini, senyum memenangkan pertarungan hidup =). Masa lalu biarlah tetap menjadi masa lalu, karena masa depan telah menanti… april mop oh april mop… mengapa harus ada tidur sore, kertas dan pena yang berserakan di meja, dan sepercik kenekatan ketika bangun tidur…
Hai manusia-manusia bodoh… Apakah kalian masih menerima anggota baru?
Adityo… As Always… 3706 -> 106 -> 16 -> 7 (not my lucky number though)
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
June 14th, 2006 by adityoputro
Waktu senggang…
Kapan sih manusia bisa dibilang punya waktu senggang? Jawabannya ada di diri manusia itu masing-masing, soalnya di dalam dunia ini ada yang dinamakan variasi individu nyang intinya adalah ketidaksamaan antara individu yang satu dengan yang lainnya. Nah variasi ini juga teraplikasikan dengan sempurna pada pandangan individu terhadap waktu senggang. (Edan, gw smakin suka ngomong panjang lebar tinggi buat mengungkapken sesuatu yang simpel bin gampang ya)
Kalao dari point of view saya sebagai individu, waktu senggang itu terjadi di saat saya tidak mengerjakan sesuatu yang harus berhubungan, bertanggung jawab, ditanggungjawabi, atau dipertanyakan dengan/oleh orang lain. Jadi waktu senggang itu buat saya adalah saat dimana saya asik dengan diri sendiri, walaupun saya sibuk, asalkan tidak mengerjakan sesuatu yang dari, oleh, atau untuk orang lain.
Kemungkinan besar pandangan orang lain tentang waktu senggang tidak sama dengan saya, tapi toh itu yang dinamakan dengan variasi kehidupan. Kalau semua orang sependapat dengan saya dunia tidak akan berputar karena tidak ada perbedaan pendapat yang mengarah pada pandangan yang lebih masuk akal dengan argumentasi2nya.
Wah ngomong apa ya saya hari ini kok bisa ngalor ngidul ngetan ngulon. Sebenarnya pembicaraan mengenai waktu senggang ini terpikirkan ketika tadi teguh dan cukong ke kamar saya dan ngajakin makan malem. Dan saya berpikir bahwa kami ini adalah orang2 yang tidak memiliki banyak waktu senggang karena kami adalah orang2 yang suka bersosialisasi (waktu senggang menurut pendapat saya lho ya, kalo menurut pendapat orang lain mungkin waktu senggang kami banyak sekali sampai2 bisa bersosialisasi frequently). Dan memang… pembicaraan ini sama sekali nggak ada intinya. Hanya sekedar latihan menulis di malam tanpa lampu ini (karena emang males pake lampu :P)
P.S: buat temen2 yang kebanyakan waktu senggang, dikurangin atuh. Produktif sana hehehe.
Mas-Ndityo
Posted in Uncategorized | 3 Comments »
March 14th, 2006 by adityoputro
Ada yang bilang pusing itu penyakit, tapi saya bilang pusing itu kebutuhan. Kenapa kebutuhan? Karena dengan pusing kita jadi tahu nikmatnya tidak pusing. Sungguh pernyataan bodoh…
Anyway… beberapa hari yang lalu saya naik tingkat di game kehidupan nyata jadi level 23. Nah di awal naik level itu seharian saya berdiam diri.. menenangkan hati.. tapi yang ada hanyalah pusing.. saya bener-bener pusing hari ini, jadi nggak tau mau ngomong apa..
Cuma mau bilang kalau pusing itu mengganggu kehidupan..
Posted in Uncategorized | No Comments »
February 25th, 2006 by adityoputro
Kadang saya berpikir… buat apa saya mendapatkan cinta kalau saya tidak mendapatkan "kekuatan" lebih setelah saya mendapatkan cinta tadi. Maksud "kekuatan" disini adalah kekuatan untuk menjalani hidup. Menambah asupan vitamin bernama semangat, kebahagiaan, dan kesehatan hati. Tapi pertanyaan yang sebaliknya juga akan berlaku ketika kita tidak mendapatkan cinta. Buat apa aku hidup penuh kekuatan kalau esensi hidup ini adalah untuk mencintai. Hayo hayo. Pusing kan.
Mudah jawabannya. Gunakanlah double standard. Dan standardnya bukanlah "Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau daripada rumput tetangga yang satunya". Tapi gunakanlah, "Rumput lapangan bola memang bagus hijaunya, mau digimanain juga rumput di rumah gw pasti kalah. Tapi kan lapangan bola kagak punya rumput yang ada bunganya. Gw dong, punya".
Intinya, gw bingung mau milih rumput yang mana, soalnya gw bakal tinggal di flat dan pasti gak ada rumput, jadi either rumput tetangga gw di magelang, rumput temen gw di jakarta, rumput lapangan bola deket rumah, rumput liar yang tumbuh di pinggir jalan, atau rumput sintetis….
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
January 30th, 2006 by adityoputro
Baru malam ini saya menyadari bahwa lelah itu sebenarnya hanyalah ilusi yang dihasilkan oleh otak-otak kita yang malas. Ya… ketika kita malas, yang terjadi adalah kita mencoba untuk merasa lelah. Kemalasan itu adalah realita kehidupan yang sampai saat ini membudaya karena memang dibudidayakan.
Saya adalah salah satu diantara banyak orang yang membuat alasan lelah untuk tidak melakukan sesuatu yang sebenarnya berguna untuk diri saya bahkan untuk lingkungan yang lebih besar. Apakah anda perlu bukti bahwa saya ada pada jajaran orang2 itu ? Jika ya, maka anda mendapat jawaban yang "semoga" memuaskan (di bawah ini).
Suatu hari di suatu pagi yang cerah, terang benderang…. saat itu hari senin. Ada kuliah pagi tentunya jam 830. Saya sudah bangun pukul 630 dan saya sudah mandi tapi saya tidak pergi kuliah. Dengan alasan… LELAH. Kenapa saya capek, saya akan memiliki banyak alasan yang kadang-kadang masuk akal tetapi lebih sering tidak masuk akal. Contoh: "wah semalem gw begadang nih, lagipula kan lecture yang ini nggak terlalu penting, gampang kok" atau " hmm kayaknya gw nggak enak badan deh, KAYAKNYA!!!, nggak usah masuk aja ah".
Padahal ya, pada situasi yang sama, setelah begadang juga, waktu itu hari minggu yang cerah, terang benderang, langit biru dengan awan-awan yang apik beriringan di angkasa sana, jam 7 saya sudah mandi, dengan berbekal satu set peralatan fotografi lengkap yang berat berangkat ke tempat yang jaraknya lebih dari 10 kali jarak kamar-kelas. Hanya untuk MEMOTRET. Mengapa saya nggak memiliki alasan lelah? Ya karena saya nggak lelah aja.
Nah lo, dari contoh di atas udah keliatan kan kalo saya termasuk dalam ilusiwan. Orang-orang pemalas yang berkerudung lelah dengan sejuta alasannya. Untuk itu saya menghimbau kepada siapapun baik itu golongan saya maupun golongan orang-orang yang tidak segolongan dengan saya (blunder make the day better), untuk melakukan refleksi diri.
Dengan refleksi diri saya jamin anda mendapatkan yang anda mau tanpa mencari-cari alasan untuk berlelah-lelah.
NB: gw sebenernya nggak ngerti kenapa kok ngetiknya jadi panjang gini padahal gw kan iseng yah itung-itung ngabisin waktu gitu tapi ya lumayanlah buat dibaca walaupun nggak guna.
Permisi.
Posted in Uncategorized | 1,145 Comments »
January 25th, 2006 by adityoputro
Wah edan edan edan,
Tidak terpecahkan juga masalah FYP gw. Mumet tenan ki. Weleh-weleh. Februari harus udah jadi nih huhuhu. Bagaimana ini bagaimana ini bagaimana ini. Kostum tari bali juga belum dapet dapet mana ndak tau dimana nyarinya. Tugas-tugas lain yang menumpuk wah wah wah edan edan edan. Kudu bikin filem jugak.
Hai cinta, kau tidak akan pernah tahu sebesar apa masalahku. Tidak sekedar hal-hal sepele semacam ini. Maka berhati-hatilah jika kau mencintaiku. Karena cintamu banyak masalah mwahahaha. (cintamu kadang-kadang bikin masalah juga lho)
Bangganya diriku menjadi orang yang memiliki banyak persoalan. Senangnya hatiku hwahahaha.
Posted in Uncategorized | No Comments »